Perkembangan Republik Islam Iran
Jika mengamati perkembangan politik dikawasan timur tengah akhir-akhir ini, kita melihat ada satu negara yang menjadi perbincangan hangat di berbagai media internasional. Sejak tumbangnya rezim pahlevi dari kursi pemerintahan Iran tahun 1979, Iran berganti sistem negaranya dari sitem monarki menjadi Republik Islam Iran, sejak saat itu hubungan iran dengan negara-negara barat menjadi renggang. Jika saja rezim pahlevi tidak tumbang, Iran merupakan sekutu amerika nomor satu dikawasan timur tengah, perlengkapan tempur mereka termasuk yang paling dominan di kawasan, dengan di persenjarai alat-alat tempur canggih dari amerika. Bahkan mungkin jika sampai sekarang rezim pahlevi tidak tumbang, peralatan temput Iran bisa diatas Israel.
Kondisi berbalik 180 derajat setelah tumbangnya rezim pahlevi dari kursi kekuasaannya, sejak saat itu Iran mendapat banyak embargo. Sudah jatuh tertimpa tangga, itulah kalimat yang tepat untuk menggambarkan kondisi Iran pada waktu itu, bagaimana tidak, setelah di embargo oleh amerika, iran harus berurusan dengan negara tetangganya yaitu Irak, perang antara Iran dan Irak dipicu karena pasukan Irak menerobos masuk negara Iran. Perang yang dinanamai Pertahanan Suci oleh negara Iran ini dimulai sejak awal tahun 1980 dan diakhiri pada tahun 1989. Dengan kondisi yang terdesak, iran tetap berfikir maju kedepan. Dimasa-masa sulit perang, Iran yang telah terkena embargo senja dan ekonomi, harus mencapai swasembada pangan. Usaha yang sangat gigih dari Iran-pun membuahkan hasil, Iran berhasil mecapai swasembada gandum yang sangat strategis di bidang pertanian Iran. Pada akhirnya, iran malah dapat mengekspor gandum keluar negeri.
Bekas yang masih sangat ketara dari peninggalan rezim pahlevi adalah ketergantungan pendapatan iran yang sebagian besar berasal dari penjualan minyak bumi. Ini membuat kondisi perekonomian iran menjadi tidak stabil, akan tetapi pemerintah iran mulai mengurangi pendapatannya dari sektor minyak lebih dari 50%, hal ini membuat perekonomian iran tetap stabil disaat pasang surutnya harga minyak mentah dunia yang sangat tidak menentu. Kondisi ini berbeda dengan yang dialami oleh amerika, pada tahun 2007 yang lalu amerika mengalami resesi ekonomi yang sangat dalam di picu dari kredit rumah yang macet. Resesi ekonomi ini membuat pengangguran di amerika meledekah, tercatat ada sekitar 8,7 juta pengagguran terbuka di negara paman sam tersebut. Bersambung...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar